Jika Anda ingin suatu kehidupan yang berbeda, buatlah keputusan yang berbeda juga............

SOEMPAH PEMOEDA

Posted on Selasa, 03 November 2009 by Sri Wahyu Aprida



SOEMPAH PEMOEDA
Pertama :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA

Kedua :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA

Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA

Djakarta, 28 Oktober 1928

Teks Soempah Pemoeda dibacakan pada waktu Kongres Pemoeda yang diadakan di
Waltervreden (sekarang Jakarta) pada tanggal 27 - 28 Oktober 1928 1928
Sebelum pembacaan teks Soempah Pemoeda diperdengarkan lagu"Indonesia Raya"
gubahan W.R. Soepratman dengan gesekan biolanya.
  1. Teks Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 bertempat
    di Jalan Kramat Raya nomor 106 Jakarta Pusat sekarang menjadi Museum Sumpah
    Pemuda, pada waktu itu adalah milik dari seorang Tionghoa yang bernama Sie
    Kong Liong.
  2. 2. Golongan Timur Asing Tionghoa yang turut hadir sebagai peninjau
    Kongres Pemuda pada waktu pembacaan teks Sumpah Pemuda ada 4 (empat) orang
    yaitu :
    a. Kwee Thiam Hong
    b. Oey Kay Siang
    c. John Lauw Tjoan Hok
    d. Tjio Djien kwie

Memaknai Sumpah Pemuda
Jika dalam masa setelah Indonesia merdeka, di bawah kekuasaan Orde Lama dengan kebijakan “Demokrasi Terpimpin” dan di masa Orde Baru dengan sistem “Demokrasi Pancasila”, kebijakan nasional keseluruhannya dilakukan secara terpusat, maka jika ditelusuri bagaimana bangunan negara ini dile-takkan, diketahui bahwa dia adalah suatu yang tidak datang dengan sendirinya, bukan suatu yang given, tetapi atas suatu perjuangan panjang, yang pada prinsipnya bahwa bangunannya dimulai dari daerah.
Menelusuri sejarahnya, bahwa bangunan negara pada mulanya dimulai sejak kekuasaan Sriwijaya dan Majapahit melakukan klaim wilayah kekuasaannya sebatas nusantara, yang kemudian wilayah itu ditindaklanjuti pengklaimannya melalui paham nasionalis oleh generasi selanjutnya di tahun 1908 melalui kelompok studi “Boedi-Utomo”. Tindaklanjutnya, secara serta-merta disahuti oleh kelompok kaum muda daerah-daerah. Di Pulau Jawa misalnya dengan Jong Java, di Sumatra dengan Jong Sumatranen Bond, Jong Celebes di Sulawesi, Jong Ambon di Maluku, dan selanjutnya

Bupati Terima Penghargaan Kehutanan

Posted on by Sri Wahyu Aprida



Selamat dan Sukses

Kepada :

bupati


Bapak H. Sukarmis

(Bupati Kuantan Singingi)

Mendapatkan penghargaan
Kategori kabupaten peduli kehutanan
Lomba penghijauan dan konservasi alam
Tingkat Nasional tahun 2009
Dari:

Menteri Kehutanan M.S Kaban


Bupati Kuansing H Sukarmis akan menerima Penghargaan Wana Lestari

dari Menteri Kehutanan M S Kaban bersama dengan 48 bupati dan walikota se-Indonesia.
Penyerahan dilakukan di Kantor Menteri Kehutanan, Jakarta berselang dua hari setelah
Kuansing merayakan HUT ke-10 tahun ini.
Menurutnya, Bupati Kuansing H Sukarmis sudah mendapat undangan untuk menerima
penghargaan bidang Kehutanan yang diserahkan di Gedung Manggala Wana Bakti,
Departemen Kehutanan.
Ditanya kriteria penerima penghargaan itu, Ardi Nasri menjelaskan, berdasarkan analisa tim
pemantau dari Departemen Kehutanan RI ada beberapa kriteria yang menempatkan Bupati
Kuansing H Sukarmis bisa menerima anugerah tersebut, di antaranya komitmen dan
kepedulian Bupati dalam usaha pelestarian hutan yang bisa diwujudkan dalam berbagai
kegiatan dan usaha.
Di Kuansing menurut Ardi Nasri, Bupati melalui Dinas Kehutanan berupaya mempertahankan
keberadaan hutan lindung dan sejenisnya dengan membangun atau membuat tata batas hutan
lindung seperti Hitan Lindung Sentajo seluas 350 hektar, tata batas Rimbo Larangan Jake 415
hektar, Rimbo Larangan Teratak seluas 74 hektar.
Sehingga hal ini dipandang sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah, untuk
mempertahankan kelestarian hutan di Kuansing.
Langkah ini sangat berguna agar masyarakat tidak lagi menyerobot hutan dan dalam rangka
perlindungan kawasan tata air bagi kepentingan masyarakat.
Terlebih ditengah isu pemanasan global, di mana makin menurunkan keberadaan hutan di
Indonesia membuat pemerintah harus punya langkah cermat agar hutan tetap lestari namun
masyarakat tetap bisa memberdayakan ekonomi.
Apalagi, kata Ardi Nasri, perhatian Bupati terhadap sektor kehutanan sangat baik, terutama
dikawasan jalur hijau di Kuansing dengan cara membangun tanpa merusak lingkungan, seperti
di depan Gedung DPRD Kuansing yang tetap dibiarkan menjadi hutan alam dan banyak lagi
langkah kongkrit yang sudah dilakukannya.(http://www.riaumandiri.net)

HUT KUANTAN SINGINGI

Posted on Senin, 19 Oktober 2009 by Sri Wahyu Aprida

Pada tanggal 12 Oktober 2009 yang lalu, Kuantan Singingi merayakan hari ulang tahunnya yang ke-10 tahun. Dalam rangka memperingati hari jadi Kuansing ini namyak kegiatan yang dilaksanakan diantaranya adalah jalan santai yang diikuti oleh berbagai kalangan dan dibuka langsung oleh bupati Kuantan Singingi. Kegiatan ini dilaksanakan sehari sebelum peringatan hari jadi Kuantan Singingi. Tepat tanggal 12 Oktober, diadakan upacara penaikan bendera yang diikuti oleh seluruh sekolah di Kuantan Tengah (salah satu kecamatan di Kuantan Singingi) dan pejabat baik dibidang legislatif,eksekutif, dan yudikatif dan tentu saja Buati Kuantan Singingi beserta wakil.
Kuantan singingi dengan ibukotanya Taluk Kuantan ini dikenal sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Riau yang kaya baik budaya maupun sumber daya alam. Budaya yang paling terkenal adalah adalah pacu jalur. Oleh karena itulah jika Pekanbaru dijuluki kota Bertuah, maka Taluk Kuantan dijuluki kota Jalur.
Untuk kedepannya Kuantan Singingi diharapkan mampu lebih meningkatkan pembangunan diberbagai bidang agar visi dan misi yang diagendakan benar-benar tercapai. Bukan berarti sampai saat ini belum ada wujud nyata pembangunan yang telah dilakukan pemerintah kabupaten Kuantan Singingi. Saat ini boleh dikatakan bahwa pembangunan di Kuantan Singingi berkembang dengan sangat pesat terbukti dengan dua mega proyek yang sedang dilaksanakan yaitu Sport Center dan SMA PINTAR. Ini juga bukti nyata bahwa pemerintah kabupaten ini tidak hanya peduli pada pembangunan yang bersifat fisik tapi juga berusaha meningkatkan kualitas SDM yang dimiliki untuk kemajuan dimasa yang akan datang.

GEMPA BUMI DI SUMBAR

Posted on Rabu, 07 Oktober 2009 by Sri Wahyu Aprida




Pada tangga 30 September 2009, terjadi kembali gempa bumi di Sumatera Barat (Sumbar),gempa ini menimbulkan banyak kerusukan struktural dan getaran gempa di padang tersebut terasa di Mentawai,Jambi,Singapura hingga Malaysia.

Gempa berkekuatan 7,6 skala Richter mengguncang wilayah Sumatera Barat. Gempa merusakkan sejumlah rumah dan pusat perbelanjaan. Banyak rumah yang roboh dan Plaza Andalas rusak parah.Gempa terjadi di lokasi 0.84 Lintang Selatan dan 99.65 Bujur Timur. Pusat gempa berada di arah 57 kilometer barat daya Pariaman, Sumatera Barat.

Berbagai pihak telah terlibat secara langsung untuk ikut meringankan derita para korban gempa bumi Padang ini. Mabes Polri sendiri telah menerjunkan 339 polisi, 23 anggota polisi udara dari Badan Pembinaan Keamaanan (Babinkam) untuk mengawaki pesawat Polri yang dipersiapkan untuk mengangkut bantuan ke lokasi bencana dan Sebanyak 15 dokter kepolisian Mabes Polri telah tergabung di lokasi bencana. Para dokter ini selain merawat korban juga akan membantu identifikasi jenasah.
Mabes Polri juga mengerahkan personel dari Polda yang berdekatan dengan lokasi bencana, yakni Polda Sumut 108 Brimob, Polda Sumsel 112 Brimob dan Polda Riau delapan Brimob untuk ikut membantu.

Semoga para korban gempa bumi diberi ketabahan oleh Allah SWT. Karena Allah tak akan memberi cobaan di luar kemampuan umatnya. Mari kita ulurkan bantuan bagi mereka yang tertimpa musibah baik dari segi materi, do'a maupun tenaga.

KEDATANGAN BUPATI KUANSING KE SMA PINTAR

Posted on Kamis, 17 September 2009 by Sri Wahyu Aprida

Pada hari kamis,10 Septembar 2009 Bupati Kuantan Singngiyakni H. Sukarmis beserta rombongan mengunjungi SMA Pintar dalam rangka buka bersama untuk mempererat tali silaturrahmi dengan keluarga besar SMA Pintar.Hal ini merupakan kebanggaan bagi keluarga besar SMA Pintar. Kedatangan bapak bupati beserta rombongan ini disambut meriah oleh siswa-siswi SMA Pintar, penyambutan ini diiringi oleh grup rebana SMA Pintar. Sambil menunggu berbuka puasa, Bupati berbincang-bincang dan berfoto bersama dengan siswa-siswi SMA Pintar, sehinggahal ini menambah keakraban.

Setelah selesai sholat isa ,tarawih,dan witir di lanjutkan dg acara silahturahmi bupati dg civitas sma pintar.siswa /siswi sma pintar. Acara di buka oleh 2 orang mc yang berbahasa Jerman, Jepang, bahasa Indonesia, Baahasa Inggri dan Bahasa Arab.
pengarahan bupati kuansing sangat membangkitkan semangat siswa /siswi sma pintar,mengapa tidak hanya kurun waktu tiga tahun baru berdiri sudah menghasilkan segudang prestasi,baik ditingkat kabupaten maupun tingkat propinsi.bupati sngat terharu sekali mendengar apa yg telah diraih oleh sma pintar. Bupati berpesan kepada siswa/i SMA Pintar agar rajin-rajin belajar.


Kunjungan silaturahmi Bupati beserta rombongan ini berjalan dengan lancar, dan hendaknya kunjungan ini akan terus berlanjut setiap tahunnya.

MAJULAH KUANSING............

PACU JALUR

Posted on Jumat, 04 September 2009 by Sri Wahyu Aprida

TUGAS ART OF CULTURE
NAMA : SRI WAHYU APRIDA
KELAS: XII IPA 2
GMP : RONALDO ROZALINO,S.Sn

Pacu Jalur adalah sejenis lomba dayung tradisional khas daerah Kuantan Singingi (Kuansing) yang hingga sekarang masih ada dan berkembang di Propinsi Riau. Lomba dayung ini menggunakan perahu yang terbuat dari kayu gelondongan yang oleh masyarakat sekitar juga sering disebut jalur. Upacara adat khas daerah Kuansing ini diselenggarakan setiap satu tahun sekali untuk merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, tepatnya pada tanggal 23—26 Agustus. Panjang perahu/jalur yang digunakan dalam lomba ini berkisar antara 25—40 meter dengan jumlah atlet 40—60 orang tiap perahu. Biasanya, festival ini diikuti oleh ratusan perahu dan melibatkan beribu-ribu atlet dayung, serta dikunjungi oleh ratusan ribu penonton baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Kegiatan lomba dayung ini merupakan warisan budaya masyarakat Kuantan Singingi yang telah berlangsung sejak tahun 1900-an. Perahu atau jalur, dahulu, sering dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai sarana transportasi untuk mengangkut hasil bumi atau pun hasil hutan. Kebiasaan menggunakan perahu inilah yang mungkin merupakan cikal bakal kegiatan Pacu Jalur. Pada zaman penjajahan Belanda, Pacu Jalur juga dimanfaatkan oleh pemerintah Belanda untuk memeringati serta memeriahkan hari ulang tahun ratu mereka yang bernama Ratu Wilhelmina. Namun, semenjak Indonesia merdeka, Pacu Jalur berangsur-angsur dijadikan upacara khas untuk merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pada awalnya, kegiatan Pacu Jalur hanya diikuti oleh segelintir masyarakat di sekitar daerah Kuantan Singingi. Namun, dalam perkembangannya, kegiatan ini banyak mendapat perhatian dan simpati dari berbagai kawasan, terutama daerah-daerah kawasan Riau dan sekitarnya serta mancanegara. Oleh karena itu, saat ini festival Pacu Jalur tidak hanya milik masyarakat Kuantan Singingi saja, melainkan telah menjadi pesta rakyat milik masyarakat Riau dan kawasan sekitarnya. Festival yang bernuasa tradisional ini telah ditetapkan masuk ke dalam Kalender Pariwisata Nasional (Major Event).

Kegiatan Pacu Jalur merupakan pesta rakyat yang terbilang sangat meriah. Bagi para wisatawan yang berkunjung ke acara ini dapat menyaksikan kemeriahan festival yang merupakan hasil karya masyarakat Kuantan Singingi ini. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, Pacu Jalur merupakan puncak dari seluruh kegiatan, segala upaya, dan segala keringat yang mereka keluarkan untuk mencari penghidupan selama setahun. Pendeknya, Pacu Jalur selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Masyarakat Kuantan Singingi dan sekitarnya tumpah ruah menyaksikan acara yang ditunggu-tunggu ini.
Selain sebagai event olahraga yang banyak menyedot perhatian masyarakat, festival Pacu Jalur juga mempunyai daya tarik magis tersendiri. Festival Pacu Jalur dalam wujudnya memang merupakan hasil budaya dan karya seni khas yang merupakan perpaduan antara unsur olahraga, seni, dan olah batin. Namun, masyarakat sekitar sangat percaya bahwa yang banyak menentukan kemenangan dalam perlombaan ini adalah olah batin dari pawang perahu atau dukun perahu.

Sebagai warga negara Indonesia seharusnya kita melestarikan budaya pacu jalur di Kuantan Singingi, agar budaya ini tidk punah.

MUSIK MODERN
Wilayah nusantara terdiri dari berbagai daerah/suku budaya, sehingga kaya akan keragaman seni musik. Musik nusantara sering diidentikkan dengan musik tradisional, sedangkan musik modern berasal dari Barat. Apakah nusantara tidak memiliki musik modern? Seiring dengan perkembangan jaman yang telah mengglobal, seni musik nusantara pun berinteraksi dan dapat pengaruh dari unsur-unsur musik Barat dan lahirlah musik-musik modern nusantara.
Pada umumnya, kaum muda saat ini lebih mengenal musik modern daripada musik tradisional/daerah. Hal ini dapat kita lihat pada setiap konser musik modern selalu dipadati oleh kaum muda dan juga kalau kita perhatikan media musik di HP/komputer kaum muda maka hampir 99,99% adalah album musik modern.
Musik modern nusantara dapat dekelompokkan ke dalam beberapa jenis, antara lain:
1. Dangdut, ciri-cirinya: melodi dan harmoni sederhana, tangga nada cendrung minor, ekspresi berdasarkan keserasian lirik, beat konstan, lebih menekankan keindahan gerak.
2. Pop, ciri-cirinya: melodi mudah diterapkan dengan berbagai karakter lirik, fleksibel dan mudah dipadukan dengan dengan jenis lain, lagu mudah disenandungkan dan mudah dipahami, harmoni tidak rumit, tempo bervariasi.
3. Balada, ciri-cirinya: mirip dengan pop, tempo lambat dan sedang, pola melodi bervariasi, lirik ekspresif, mengisahkan suka duka kehidupan.
4. Rock, ciri-cirinya: area nada luas, kekuatan terletak pada dinamika aransemen, lagu sulit disenandungkan, lirik lagu ekspresif, beat cendrung keras, tempo lambat/cepat, harmoni sangat rumit.
Berikut ini beberapa contoh musik modern:
1.sebelum-cahaya-letto
2.Hitamku-AndraTB
3. Kau Curi-J Rock